Cara Budidaya Cabe Rawit Setan dari Biji sampai Panen

Cabai (Capsicum sp.) Adalah salah satu sayuran terpenting yang ditanam secara komersial di negara tropis. Berbagai jenis cabai telah didomestikasi, tetapi hanya Capsicum annum L. dan C. frutescens L. memiliki potensi ekonomi (Sulandari, 2004). Cabe rawit (Capsicum frutescens L.) adalah salah satu sayuran hortikultura dengan buah-buahan kecil dan rasa pedas.

Tanaman cabai sangat mudah tumbuh di negara mana pun, cabai dapat hidup di lanskap sempit, di tas serba guna dan di berbagai tempat subur. Sekarang cabai yang dapat dengan mudah ditanam di tempat yang berbeda memungkinkan banyak orang menanamnya, tetapi baik untuk menanam cabai menggunakan teknik berbeda untuk tumbuh dengan cepat dan memanen dengan giat. Di sini Anda akan belajar cara membudidayakan cabai rawit dari biji hingga pasca panen.

Cara Budidaya Cabe Rawit Setan dari Biji sampai Panen

Budidaya cabai rawit

1. Taman kanak-kanak

Benih cabe harus ditanam sebelum tanam. Untuk mempercepat pertumbuhan, biji cabai harus direndam dalam air selama 24 jam sebelum tanam. Perlu dicatat bahwa biji cabai yang baik adalah biji yang benar-benar matang dan kering.

Menabur benih cabai berbeda. Beberapa menggunakan kotak taman kanak-kanak, pembibitan pohon di lapangan, kantong plastik atau tas yang terbuat dari daun kelapa, pohon kelapa, pisang, dll. Tanah yang digunakan untuk taman kanak-kanak menggunakan lahan subur dan bebas dari gangguan hama dan penyakit.

Pembibitan harus menggunakan atap daun yang dibangun kembali, daun kelapa, atau daun lainnya sehingga atmosfer menjadi lembab dan tanaman tidak terkena sinar matahari langsung. Atap dapat dibuka atau ditutup sesuai kebutuhan.

Jika atap dibuka pada pukul 10:00 pagi, atap akan ditutup setelah pukul 10 pagi. Jika bibit dibuat dalam kotak kecil, Anda bisa meletakkannya di dalam ruangan.

2. Pengelolaan lahan

Tanah harus dibajak dan cangkul yang cukup dalam. Tujuan membajak tanah adalah membalik tanah dan melonggarkan tanah. Meskipun tanah liat telah dipotong atau dibajak menjadi longgar, cangkul yang dalam (30-40 cm) dan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang telah ditambahkan, pasir dapat ditambahkan.

Jika ada jumlah terbatas pupuk organik, harus diberikan pada jarak 60 x 60 cm. Pupuk organik, pasir dan tanah dicampur secara merata. Selain membuat tanah rileks, pupuk organik juga bisa menambah nutrisi. Pupuk organik harus sudah matang atau sudah menjadi tanah. Pupuk mentah biasanya masih panas, yang dapat menyebabkan cabai layu dan mati.

3. Buat tempat tidur

Ranjang bisa dibuat selebar 90, 100 atau 125 cm dengan melihat kondisi lantai. Ketinggian tempat tidur adalah sekitar 20 hingga 30 cm, tergantung pada kondisi negara. Jika negara sering dibanjiri selama musim hujan, bedengan diperbesar. Jarak antara tempat tidur adalah sekitar 40-5 cm atau dapat dikurangi menjadi 30-35 cm.

4. Pemupukan dasar

Saat menanam cabai, tanah harus disuplai dengan nutrisi yang cukup, maka bedengan yang disiapkan dapat disuplai dengan pupuk organik dalam bentuk pupuk kandang.

Pupuk dapat disebarkan di atas permukaan bedengan atau hanya di tempat cabe ditanam. Selain itu, SP 36 dapat menambahkan 100 kg per hektar untuk menambahkan unsur P, sedangkan pupuk lainnya dapat diberikan kemudian.

5. Tumbuhan

Biji cabai dapat ditransplantasikan di persemaian setelah tumbuh hingga 15 cm. Penanaman dilakukan pada jarak 60 x 90 cm.

Pada saat panen benih di lapangan atau di dalam kotak, bibit dapat menggunakan solet yang terbalik dan diangkat untuk mengangkat bibit. Tempat di mana bibit ditanam sedalam taproot.

Setelah tanam, harus segera disiram dan ditutup dengan daun atau daun pisang agar tidak layu.

Jika bibit berasal dari kantong plastik, kantong plastik harus perlahan-lahan dicabik sehingga media tanah tidak pecah. Jika media tanam rusak, ada kemungkinan tanaman akan layu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *